Rasa
Bersalah Seorang Anak
Pada suatu hari, saat aku pulang
sekolah pukul tiga sore, seperti biasanya aku dijemput ayahku dengan
menggunakan sepeda motor. Aku menunggunya di depan gerbang sekolah, dan
akhirnya ayahku tiba. Lalu kami berbincang.
Saya : “ Ayah tumben sekali hari ini menjemputnya
kok lama.” (sambil menaiki sepeda motor)
Ayah ; “ Maaf nak, ayah tadi ketiduran dan baru
dibangunkan oleh ibumu. Di jalan tadi juga
sangat macet.”
Saya : “ Oh, jadi begitu yah, aku kira ayah lupa
menjemputku. Maaf ya ayah kalo aku sudah menyalahkan ayah.” (sambil mencium
tangan ayah)
Ayah : “ Iya nak tidak apa apa, karena memang
tugas ayah untuk menjemputmu. Dan ini juga kesalahan ayah karena sampai
ketiduran dan kamu jadi lama menunggu ayah.”
Saya : “ Iya ayah, aku juga mengerti kok, mungkin
ayah lelah karena seusai pulang bekerja dan ingin beristirahat.”
Ayah : “ Iya nak. Tapi ayah mau mampir sebentar ke
toko buku.”